Back to BuddhaSutra.com

Pelajar Yang Menodai Seorang Bikkuni, Mati Dirasuk Setan

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 學道尼姑豈容淫污,敗德書生鬼奪其魄
 
Zhang Shijin, orang Hangzhou yang hidup di masa dinasti Qing adalah seorang pemuda yang sangat tampan, juga berasal dari keluarga sastrawan. Dari muda dia sudah lulus ujian. Masa depannya sangatlah cerah dan baik. Satu hari dia bersama-sama dengan kakaknya Shiwang pergi ke ibukota untuk mengikuti ujian negara. Dalam perjalanannya mereka menginap dan mempersiapkan ujian di sebuah penginapan. Pada hari-hari mendekati ujian, karena hatinya tidak lurus, dia melakukan suatu perbuatan yang tidak bermoral. Oleh karena itu merusak masa depan dan nyawanya sendiri.

Di seberang penginapan mereka ternyata ada wihara untuk para bikkuni. Karena Zhang sering kali mengunjungi wihara itu, dia menjadi kenal dengan seorang bikkuni muda yang cantik. Karena sering bercerita, Zhang menjadi tahu bahwa orang tua si bikkuni pernah memberikan harta benda yang banyak untuk membantu kehidupanya sebagai seorang bikkuni seumur hidupnya. Demi mendapatkan kecantikan dan kekayaan si bikkuni, Zhang menggunakan kepintaran dan paras tampannya untuk merayu dan menggoda.

Karena iman si bikkuni muda itu masih belum mantap, dia tidak dapat menolak rayuan dan akhirnya dinodai oleh Zhang. Demi untuk mendapatkan kepercayaan si bikkuni, Zhang membuat sumpah bohong bahwa setelah ujian dia akan kembali dan menjemput si bikkuni untuk menikah. Karena telah kehilangan kesuciannya pada Zhang, maka si bikkuni menggantungkan seluruh hidupnya pada Zhang. Mendengar sumpah Zhang, dengan tanpa ragu, memberikan uang yang berjumlah besar untuk dijadikan ongkos Zhang pada saat menjemputnya nanti. Tetapi Zhang, setelah puas mendapatkan tubuh dan uang, merasa tujuannya telah tercapai. Karena tidak percaya akan keberadaan para setan dan dewa, setelah ujian dan tahu dia tidak lulus, dia melupakan semua janji dan sumpahnya. Kemudian dia langsung pulang ke kampung halaman dan rumahnya.

Si bikkuni mendengar kabar Zhang telah melupakannya dan pulang, menjadi sadar telah tertipu. Dia menyesali imannya yang tidak kuat, membuatnya kehilangan kesucian dan harta benda. Semakin dipikir semakin kesal, sedih dan menyesal, akhirnya karena tidak mendapat jalan keluar, dia gantung diri dan meninggal. Karena dendamnya tidak terlampiaskan, setelah mati dia menjadi setan dan terus mengikuti Zhang.

Pada saat si bikkuni meninggal, Zhang sedang di tengah perjalanan. Mendadak Zhang pingsan dan jatuh ke tanah, kemudian berteriak-teriak seperti orang gila. Bahkan suaranya berubah menjadi suara si bikkuni dan memarahi diri sendiri yang mengingkar janji. Pelayan yang menemani perjalanan Zhang, mengetahui tuannya kesurupan setan, langsung mengundang seorang bikku untuk melakukan pelampiasan jasa dan membantu tuannya menyelesaikan masalah dendam itu.

Tetapi si bikkuni yang telah menjadi setan galak ini, dengan menggunakan mulut Zhang dengan penuh kemarahan mengatakan, "Dendam kesumat ini tidak akan dapat diredakan, karena sesungguhnya saya adalah orang yang menjunjung ajaran Buddha, Zhang dengan kata-kata manis merayu kesucian saya juga menipu harta benda saya, sesudah itu mencampakkan saya sehingga akhirnya saya mati karena kesal. Dendam ini sulit diredakan dan sekarang saya datang menagih nyawa, segala macam pelampiasan jasa tidak akan berguna."

Dengan begitu Zhang terus dirasuk setan, sepulangnya di rumah, setelah melewati tiga hari tiga malam dengan teriakan dan tangisan kesakitan, akhirnya nyawanya dicabut oleh setan itu.

Komentar: Ini semua karena merasa diri pintar, tidak percaya akan keberadaan setan dan dewa, juga akan hukum karma, sehingga berbuat seenaknya. Inilah karma dari mengganggu ketenangan dan peraturan dalam Sangha, juga menodai seorang bikkuni.

Back to BuddhaSutra.com