Back to BuddhaSutra.com

Obsesi Seksual Mengakibatkan Kehilangan Nama Baik Dan Nasib Buruk Seumur Hidup

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 貪色失功名並終身潦倒
 
Liu Yaoju, hidup di masa dinasti Ming, dia adalah seorang yang sangat berbakat tetapi tidak percaya akan hukum karma. Ada sekali, karena akan mengikuti ujian, dia harus naik perahu menuju ibukota. Pemilik perahu memiliki seorang puteri yang cantik, membuat Liu memiliki pikiran kotor terhadap si gadis. Karena mereka bersama-sama di satu perahu, ini mempermudah Liu untuk mendekati si gadis. Liu sering kali mencoba untuk mengganggunya, tetapi karena ayah si gadis juga berada di perahu, maka dia tidak dapat berbuat apa-apa.

Setibanya di ibukota, Liu naik ke daratan untuk mengikuti ujian. Setelah ujian kedua selesai, dia kembali lebih awal ke perahu. Si pemilik perahu sedang pergi ke pasar untuk belanja. Dengan tanpa rasa ragu-ragu, Liu dengan berani melakukan perbuatan tidak bermoral terhadap si gadis. Ketika dia sedang melakukan perbuatan tidak senonoh itu, malamnya ayah Liu di rumah bermimpi. Ada seorang dewa yang memberi tahu: "Anakmu mengikuti ujian kali ini, sebenarnya dia akan mendapatkan peringkat pertama. Tetapi karena dia tidak percaya akan hukum karma, pada masa ujian dia tidak mengindahkan moralitas dan menodai seorang gadis perahu, maka langit mencoret nama baiknya."

Setelah mimpi itu, ayahnya menyadari bahwa semua perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya, dia menjadi khawatir akan anaknya. Benar saja, sewaktu pengumuman hasil ujian, pengawas ujian sebenarnya ingin menaruh nama Liu di peringkat pertama, tetapi kemudian tanpa mengindahkan peraturan, si pengawas melenyapkan nama Liu.

Ketika Liu tiba di rumah, dia langsung ditegur oleh ayahnya. Ayahnya menjelaskan penyebab Liu tidak lulus ujian karena dia telah berbuat tidak senonoh terhadap gadis perahu. Meskipun Liu sangat menyesali perbuatannya, tetapi segalanya sudah terlambat. Akhirnya nasibnya menjadi terpuruk seumur hidupnya. 

Komentar: Dapat menjadi seorang terpelajar, pasti karena pahala para leluhur. Namun, jika memiliki hati yang tidak bersih dan jahat, kekayaan yang sudah ditakdirkan pasti akan dilenyapkan. Para pemuda pelajar jaman sekarang mewariskan pahala dari orang tuanya, jika tidak dapat mengembangkannya dengan baik, malah jatuh ke jalan yang tidak benar, bukan saja mereka merugikan orang tua, bahkan kekayaan yang sudah ditakdirkan pun akan ditarik kembali oleh langit!

Back to BuddhaSutra.com