Back to BuddhaSutra.com

Menodai Gadis Pelayan, Merusak Masa Depan

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 淫污侍女,瑞兆變不祥
 
Zhu Weicheng orang Feng Yang yang hidup pada masa dinasti Qing. Di taman rumahnya ada kolam teratai, tetapi selama ini tidak pernah berbunga. Pada masa pemerintahan Kang Xi di tahun Ji You, dia sedang bersiap-siap untuk mengikuti ujian. Tiga hari sebelum memulai perjalanan, mendadak teratai di kolamnya berbunga, satu tangkai dua bunga. Banyak orang yang setelah menyaksikan kejadian langka ini, mengatakan bahwa itu adalah pertanda Zhu akan lulus ujian kali ini dan yang selanjutnya. Melihat pertanda ini, Zhu menjadi sangat bangga. Malam itu juga dia mengadakan pesta makan di pinggir kolam. Sembari minum arak, sembari menikmati pemandangan bunga teratai yang sangat langka. Di tengah malam, dengan perasaan gembira yang masih belum terpuaskan, dalam keadaan mabuk dia menggoda gadis pelayan cantik yang sedang menemaninya minum-minum, bahkan akhirnya menodai si gadis. Ketika akhirnya dia merasa puas, dengan kegembiraan sempurna, mendadak di malam itu juga bunga teratai langka itu rontok dan mati. Di malam berikutnya, dia bermimpi sedang menghormati dewa Wen Chang Di (dewa kepintaran), dalam mimpinya dia juga melihat namanya tertera di papan hasil lulus ujian, tetapi mendadak namanya tercoret.

Dia menyadari ini mungkin akibat perbuatan jahatnya terhadap si gadis pelayan. Dia menyesali perbuatannya yang tidak bermoral sehingga menangis tersedu-sedu. Kemudian dengan tangisan dan suara yang melemas, dia bertobat kepada Wen Chang Di. Dia memohon pengampunan, semoga kecerobohannya itu tidak menyebabkan namanya dicoret dari daftar lulus ujian. Tetapi karena dosanya telah diperbuat dan langit telah marah, meskipun dia memohon dengan penuh ketulusan, tetap tidak dapat merubah keputusan langit, permohonannya tetap ditolak oleh Wen Chang Di. Setelah terbangun dari mimpinya, dia menyadari mimpi itu adalah pertanda buruk, mungkin ujian kali ini dia tidak akan lulus. Dengan perasaan sedih dan hati yang berat, dia memaksa diri untuk mengikuti ujian. Sebetulnya di daerah tempat Zhu tinggal, ada tiga nama yang direkomendasi, asalkan lulus tes kali ini, pasti bisa mengikuti ujian selanjutnya. Yang mengikuti tes kali ini hanya ada tiga orang, sehingga kemungkinan bagi Zhu untuk lulus sangat besar. Ke dua orang lainnya berhasil lulus tes, hanya dia yang tidak lulus dan tidak boleh mengikuti ujian lanjutan.

Sewaktu tes, pertanyaan yang sebetulnya sudah sangat dipahami oleh Zhu pun tidak dapat dijawab dengan mudah. Oleh karena itu dia tidak lulus tes, bahkan peringkat yang lebih rendah pun tidak lulus. Inilah hasil dari kesombongan hati, hanya tahu giat belajar, tetapi tidak perduli akan moralitas. Dengan menodai seorang gadis pelayan, dia merusak masa depan sendiri.

Komentar: pemaksaan pasti membawa akibat buruk. Kesalahan kecil membawa akibat yang parah. Kesombongan Zhu yang hanya peduli akan pelajaran dan tidak mengindahkan moralitas, adalah peringatan keras bagi kita semua!

Back to BuddhaSutra.com