Back to BuddhaSutra.com

Mengintip Menyebabkan Kebutaan

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 偷窺美色致氣損目瞎
 
Lan Runyu, hidup di masa dinasti Song. Pada masa mudanya adalah seorang pria yang tampan, juga memiliki kepintaran yang dibanggakan oleh guru dan teman-temannya. Dia sangat bangga akan kepintaran dirinya, sehingga menganggap remeh ujian yang akan dihadapi. Di sebelah rumahnya tinggal seorang pejabat yang memiliki putri yang sangat cantik. Ketika Lan sedang berjalan di depan rumah si pejabat, dia melihat si putri dan langsung tergila-gila padanya, siang malam tidak dapat melupakannya.

Pada satu hari ketika dia sedang berjalan-jalan di kebun belakang rumahnya, tiba-tiba mendengar ada suara wanita dari rumah sebelah. Dia menjadi penasaran dan pergi mengintip. Sekali melihat, dia langsung mengenali wanita itu adalah si putri pejabat yang diidam-idamkan selama ini, rasa kegembiraannya tidak terbendung lagi. Tetapi karena kekuasaan si pejabat, dia tidak berani secara terang-terangan melihat dari dekat. Karena itu hanya dapat melepaskan setengah bata untuk dapat mengintip dan memuaskan perasaan naksirnya yang hanya sepihak.

Dia terus menerus mengintip sampai hampir setengah tahun, sampai akhirnya si putri pejabat pergi menikah. Karena dia tidak lagi dapat menikmati kecantikannya, hatinya menjadi hampa, dan sedikit kehilangan gairah hidup. Maka dia menulis surat cinta yang mengutarakan perasaannya selama ini. Setelah selesai menulis, dia sering kali membacanya. Ada sekali temannya melihat apa yang sedang dilakukannya dan langsung merebut dan membakar surat itu. Kemudian menasihatinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tak berguna seperti itu, karena akan merusak martabat. Tetapi bukannya merasa bersalah, malah memarahi temannya yang telah mencampuri urusan, juga mengejek nya tidak mengerti apa itu cinta!

Di kemudian hari, Lan pergi mengikuti ujian. Di tempat ujian dia seperti setengah sadar setengah mimpi. Dalam keadaan setengah sadar, sepertinya ada yang menusuk matanya, mendadak merasa matanya sangat sakit sampai tidak dapat dibuka. Sehingga kertas ujiannya tidak diisi sama sekali. Setibanya di rumah, matanya tetap sakit, sampai akhirnya menjadi buta. Sedangkan teman yang pernah menasihatinya, lulus ujian.

Komentar: Ini adalah akibat dari berpendidikan tapi tak bermoral dan tidak tahu tata krama. Dengan hati yang penuh birahi, mengintip seorang gadis, sehingga menganggu kejernihan pikiran juga merusak martabat. Karena itu Langit menghukum orang yang penuh birahi dan mendapatkan karma kebutaan. Ini merupakan peringatan kepada kita semua akan akibat dari nafsu birahi.

Back to BuddhaSutra.com