Back to BuddhaSutra.com

Mencetak Buku Yang Menentang Perbuatan Asusila, Mendapat Pengampunan Dan Keberuntungan

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 刊印戒淫書,滅罪更增福
 
Jia Ren, hidup di masa peralihan dinasti Ming ke dinasti Qing. Meskipun dia telah berumur lebih dari 50 tahun, tetapi belum memiliki anak, dan dia sering kali memikirkan hal ini. Pada satu malam, dia bermimpi berjumpa dengan dewa pemberi keturunan dan dia memohon untuk diberikan anak. Kemudian dewa mengeluarkan sebuah kitab catatan dan memperlihatkan pada Jia. Dewa itu berkata, "Pada masa mudamu, kamu pernah memerkosa seorang wanita yang memiliki suami. Karena dosa ini, maka mustahil untuk mendapatkan keturunan."

Setelah mendengar itu, Jia menjadi terkejut, sedih dan menyesal. Kemudian dengan penuh ketulusan, dia memohon pada dewa, "Dosa itu saya perbuat ketika masih muda dan tidak mengerti mana yang benar dan salah. Karena tidak dapat menolak nafsu, maka saya berbuat asusila. Sekarang saya menyadari kesalahan, mohon dewa menunjukkan saya jalan untuk menebus dosa." Dewa keturunan melihat ketulusan Jia, kemudian menasihatinya, "Dengan penyesalanmu ini, jika kamu dapat menganjurkan 10 orang untuk tidak berbuat asusila, maka akan dapat menebus dosamu. Jika dapat menganjurkan lebih banyak orang lagi, maka ada harapan untuk kamu mendapatkan anak."

Setelah mimpi itu, Jia menjadi selalu waspada akan perbuatan sendiri dan berulang kali tanpa henti menasihati orang lain untuk tidak melanggar. Juga acap kali mengeluarkan tenaga dan uang untuk mencetak dan menyebarkan buku-buku yang menentang perbuatan asusila. Oleh karena itu, banyak orang-orang yang terpengaruh dan berhenti melakukan perbuatan asusila. Setelah bermimpi dinasihati oleh dewa, menyesali perbuatan sendiri, giat melakukan kebajikan, menasihati masyarakat luas untuk menyadari bahaya dari perbuatan asusila. Dengan ini, di kemudian hari, bukan saja menghapus dosanya, bahkan di masa tuanya mendapatkan tiga anak berturut-turut. Setelah dewasa, anak-anaknya menjadi orang yang berbudi. Pada masa muda telah menjadi pejabat. Ketika Jia berumur 90 tahun lebih, cucu-cucunya semua lulus ujian dan mendapat kedudukan di pemerintahan.

Komentar: Menyadari kesalahan, merubahnya dan berbuat kebajikan. Kita semua adalah manusia tidak sempurna, harus dapat meng-introspeksi diri. Jika memiliki kesalahan, harus gigih merubahnya. Jika tidak, harus giat melakukan kebajikan. Ketika waktunya tiba, karma baik pasti datang. Semua perbuatan salah, dapat ditebus dan mendapat keberuntungan!

 

Back to BuddhaSutra.com