Back to BuddhaSutra.com

Membuat Kolam Untuk Pelepasan Kehidupan

Pada masa Dinasti Sui Tang, ketua dari aliran Tian-tai adalah Venerable Master Zhi-zhe. Beliau juga dikenal sebagai Zhi-yi. Kaisar Sui-yang lah yang menganugerahi gelar Zhi-zhe yang artinya bijaksana, karena memang Master Zhi-zhe adalah seorang yang memiliki perbuatan terpuji. Master selalu prihatin kepada orang-orang yang membunuh binatang secara kejam untuk dimakan. Karena beliau ingin merubah kebiasaan buruk para rakyat, beliau memerintahkan anak-anak muridnya untuk bergotong-royong membangun sebuah kolam untuk pelepasan kehidupan. Beliau menggunakan uang untuk membeli 60 bidang tanah di dataran rendah Zhejiang. Lokasinya dekat dengan laut dan luas tanahnya lebih dari 400 mil. Satu kolam pelepasan besar dibuat di tanah itu. Master juga selalu menasihati orang-orang untuk melepaskan kehidupan dan menghindari pembunuhan. Selebih itu, beliau juga berhasil dalam meyakinkan pemerintah untuk mendirikan tugu batu yang dipahat dengan tulisan yang melarang rakyat untuk menangkap ikan. Tugu itu masih berada sampai di tahun Zhe-guan pada masa dinasti Tang.

Di kemudian hari, banyak kaisar-kaisar yang bijaksana juga anggota-anggota Sangha yang memberikan contoh baik dengan melepaskan binatang. Pada masa pemerintahan Tang Xu-zong, kaisar memerintahkan seluruh provinsi untuk menggali kolam untuk pelepasan kehidupan. Juga, pada masa pemerintahan Song Zhen-zong, kaisar juga menghimbau rakyat untuk membuat kolam pelepasan. Danau Xi-hu di Hang-zhou sebetulnya adalah kolam pelepasan yang dibuat pada masa dinasti Song. Sekarang danau ini menjadi tempat wisata yang terkenal. Pada masa dinasti Ming, seorang anggota Sangha yang bernama Lian-chi, juga membuat kolam pelepasan di Shang-fang dan Chang-shou. Beliau bahkan menulis buku tentang pahala dari pelepasan kehidupan dan menghindari pembunuhan. Beliau menyebarkan buku itu ke semua kota-kota di China dengan maksud mendidik rakyat supaya menjadi welas asih dan menghindari pembunuhan. Bisa kita lihat, pada masa lampau, sudah ada banyak pengikut yang bertekad untuk melakukan pelepasan kehidupan.

Akan tetapi, jaman telah berubah, sekarang semua kegiatan-kegiatan baik leluhur kita telah pudar. Kita dapat melihat perahu-perahu penangkap ikan di mana-mana. Setiap tengah malam, para nelayan pergi melaut. Selain itu, terdapat pula banyak kompetisi-kompetisi memancing ikan dan juga kegiatan-kegiatan kejam lainnya yang intinya adalah membunuh binatang sebagai hiburan. Sungguh sangat menyedihkan.

Back to BuddhaSutra.com