Back to BuddhaSutra.com

Memaksa Pelayan Menjadi Selir, Menyebabkan Istri Yang Pencemburu Menjadi Buta Dan Mati Muda

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 逼婢作妾福份削,妒婦虐妾傷目死
 
Guo Heng, orang Jiang Su - Jiang Ning yang hidup di masa dinasti Qing. Dia adalah seorang yang jujur dan setia. Tetapi istrinya adalah seorang yang kejam dan pencemburu.Dia adalah seorang pelajar dan pada satu waktu bersama-sama dengan teman kelas pergi ke kota untuk mengikuti ujian. Ketika ujian telah selesai dan sedang menunggu hasil diumumkan. Pada satu hari dia seperti setengah bermimpi, mendengar temannya berkata padanya, "Saya sekarang telah menjadi hakim dunia akhirat, sebenarnya pada ujian kali ini kamu akan lulus di peringkat ke 57. Tetapi karena kamu pernah memaksa seorang pelayan untuk menjadi selir, kemudian disiksa oleh istrimu yang pencemburu, akhirnya si selir mati karena kesal. Kemudian arwahnya mengadukan hal tesebut kepada raja Yama. Meskipun seumur hidupmu adalah seorang yang jujur, tetapi karena pernah melanggar peraturan yang mengakibatkan kematian si selir, maka kamu dihukum. Hukuman akhirat sangat adil, karena itu nasib baikmu dihapus. Sedangkan istrimu yang kejam, karena menyiksa si selir sehingga meninggal, hukum akhirat memberikannya kebutaan dan umur pendek sebagai pembalasan."

Setelah mendengar itu Guo Heng kaget dan terbangun. Pada mulanya dia mengira itu hanya mimpi belaka dan bukan kenyataan. Tetapi ketika hasil ujian diumumkan, dia tidak lulus. Kemudian mendengar pengakuan seorang pengawas ujian yang telah meluluskan kertas ujian Guo, tetapi karena hanya sedikit kesalahan, akhirnya tidak diluluskan oleh ketua ujian. Kejadian ini semua sama seperti yang dikatakan teman dalam mimpinya. Sekarang semua menjadi suatu penyesalan besar.

Dengan hati yang sedih dan berat, dia pulang ke rumahnya. Menjumpai istri pencemburunya yang telah mengalami sakit berat sehingga kedua matanya buta. Sejak itu dia menjadi seorang yang tidak bergairah hidup. Sedangkan istrinya setelah menjadi buta, gerakannya menjadi susah juga banyak penyakit. Mereka berdua hidup dalam kemiskinan dan penyakit, akhirnya mati muda.

Komentar: Karena sekali berbuat tak bermoral, memaksa orang untuk menjadi selir dan akhirnya mati tersiksa oleh istri pencemburu. Siapapun tidak dapat menerima perlakuan seperti ini. Karena tidak mendapat keadilan di dunia, maka terpaksa harus bergantung pada hukum akhirat. Karma dari kejahatan nafsu birahi sangat nyata, sehingga para dewa pun menjauhinya. Dalam masyarakat kita, banyak orang-orang yang asusila dan penuh birahi, demi untuk kepuasan pribadi mereka sering kali pergi ke tempat-tempat yang maksiat. Melihat contoh yang diberikan oleh para leluhur, kebahagiaan orang-orang yang hidup seperti ini tidak akan berlangsung lama dan karma buruk pasti akan tiba. Sungguh sangat menakutkan!

Back to BuddhaSutra.com