Back to BuddhaSutra.com

Orang Yang Kejam Mati Di Dalam Pot Besar

Pada masa dinasti Qing, ada seorang pejagal yang tinggal di Lin-Qing Shandong. Satu hari, dia membeli seekor kerbau seharga 8000 tael perak. Si kerbau menolak untuk mengikutinya pulang, karena tahu akan dibunuh. Si pejagal menjadi marah dengan sang kerbau, lalu mengeluarkan cambuk dan memecutnya. Si kerbau mencoba untuk menghindari pecutan dan tetap menolak untuk mengikuti si pejagal pulang. Akhirnya, karena terlalu letih, si kerbau mengikuti si pejagal pulang.

Ketika melewati rumah seorang kaya, si kerbau melihat tuan rumah lalu mendadak berlutut di hadapannya dan menangis, seperti sedang meminta pertolongan. Pada saat si kaya melihat binatang yang kasihan itu, dia merasa tak tega dan menawarkan untuk membeli kerbau itu untuk menyelamatkan nyawanya dengan harga yang sama yaitu 8000 tael perak. Tetapi si pejagal menolak untuk menjual karena dia merasa sangat marah atas tindak laku si kerbau yang keras kepala untuk mengikutinya pulang. Lalu si pejagal berkata: "Kerbau ini keras kepala, Saya hanya dapat meredam kemarahan saya dengan membunuhnya!" Si pejagal tetap menolak untuk menjual meskipun si kaya menaikkan harga tawarannya. Ketika si kerbau mendengar ini, dia pasrah, lalu berdiri dan mengikuti si pejagal pulang.

Setelah membunuh si kerbau, si pejagal menaruh dagingnya di sebuah pot besar setinggi orang untuk memasak. Kemudian dia pergi tidur. Keesokan harinya, dia bangun jam 5 pagi untuk mencicipi rasa daging yang telah dimasak. Karena setelah sekian lama dia tidak kembali ke kamar, istrinya menjadi cemas dan pergi melihat ke dapur. Si istri sangat terkejut ketika menemukan tubuh suaminya tenggelam di pot berisi kuah daging yang masih mendidih, tubuh bagian atasnya sudah setengah matang.

Seperti semua manusia, binatangpun tidak rela untuk mati. Ketika si pejagal melihat kerbau yang ketakutan, dia tidak merasa kasihan malah merasa marah dan melampiaskannya dengan membunuhnya. Karena itu kemarahan yang dipendam si kerbau menjadi bertambah besar, sangat besar. Dengan dendam yang begitu dalamnya, dengan pasti dendam itu akan terbalaskan dengan lancar.

Back to BuddhaSutra.com