Back to BuddhaSutra.com

Kura-kura Menuntut Nyawanya Dikembalikan

Di wilayah Wu, Jiang-su, ada seorang kaya raya yang memiliki banyak properti. Dia hidup dengan mewah dan suka makan makanan yang mewah pula.

Satu hari, dia berniat untuk mengadakan pesta makan. Juru masaknya pergi ke pasar dan membeli kura-kura raksasa. Ketika si koki hendak membunuh, sang kura-kura itu mulai menangis. Si Koki menjadi tidak tega dan memohon kepada tuannya untuk membebaskan sang kura-kura.

Tetapi si kaya raya tidak perduli akan pemandangan yang menyedihkan itu. Bahkan dia merasa kesal dan mengambil golok kemudian membacok putus kepala kura-kura. Kepala kura-kura itu jatuh ke lantai, tetapi mendadak lompat ke langit-langit gedung. Semua yang melihat kejadian itu menjadi terkejut.

Setelah memasak daging dengan rempah-rempah, kuahnya menjadi sangat lezat. Si kaya raya membaginya menjadi dua bagian, yang satu diberikan ke sanak famili dan yang ke dua dihidangkan untuk pesta makan. Dia pun mencicipi beberapa potong daging kura-kura setelah itu mendadak dia merasa pusing. Si kaya raya berhalusinasi langit-langit gedung dipenuhi kepala kura-kura. Lalu keluarganya membawa dia ke kamar tidur, dan di situ dia kembali mengeluh melihat kepala kura-kura di atas ranjangnya, meskipun ranjangnya telah dikelilingi kelambu. Lalu dia berceloteh sendiri: "Ratusan kura-kura sedang menggigiti kaki saya!" Tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya, selama tiga hari dia menjerit kesakitan sampai akhirnya meninggal.

Back to BuddhaSutra.com