Back to BuddhaSutra.com

Kematian Yang Sengsara Bagi Yang Suka Membunuh Dengan Kejam

Ada seorang pejabat hukum yang suka makan kaki angsa dan hati kambing.

Setiap kali dia ingin makan kaki angsa, dia akan menaruh seekor angsa yang masih hidup ke dalam kandang besi dan kandang itu ditaruh di atas api. Beberapa saat kemudian, alas dari kandang itu menjadi merah membara. Maka angsa itu akan melompat-lompat dengan panik. Tetapi si pejabat tidaklah menghiraukan keadaan ini sama sekali. Panas yang membara akan membuat kaki angsa membengkak karena darahnya mengalir deras ke arah kaki. Setelah itu, dia akan memotong dan menggoreng kakinya. Memang itu adalah suatu pemandangan yang mengerikan melihat si angsa menjalani penyiksaan seperti itu.

Selebih itu, dia pun sering memerintah pelayannya untuk mengikat punggung seekor kambing ke tiang yang ditancapkan ke tanah, sehingga kambing itu dalam keadaan berdiri dengan kedua kaki belakang. Lalu dia menyuruh juru masak untuk menyayat dan membuka rusuk si kambing dalam keadaan hidup. Lalu dia mengambil hati si kambing dan memasaknya. Kambing yang sial itu meronta-ronta kesakitan dan akhirnya mati mengenaskan. Demi memuaskan nafsu makannya, si pejabat menyiksa binatang-binatang yang tak terhitung jumlahnya sebelum dia membunuh mereka untuk dijadikan makanan.

Di kemudian hari, si pejabat jatuh sakit dan di sekujur tubuhnya mulai tumbuh luka bernanah yang tak dapat disembuhkan dengan obat apapun. Dia menangis kesakitan terus menerus siang dan malam. Setelah tersiksa sekian lamanya barulah akhirnya dia meninggal.

Back to BuddhaSutra.com