Back to BuddhaSutra.com

Karma Dari Orang Tua Yang Terlalu Memberikan Kebebasan Sehingga Kakak Adik Sepupu Berbuat Asusila

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 父母放縱致使表兄妹淫亂之報
 
Cheng Xian-Zhi, orang Yunnan yang hidup di masa dinasti Qing, adalah anak dari keluarga kaya raya. Demikian pula keluarga ibunya yang berasal dari suku besar yang ternama pada masa itu. Pamannya memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Sedari kecil hubungan Cheng dengan adik sepupunya itu sangat baik. Setiap kali Cheng pulang ke rumah nenek (dari ibunya), mereka selalu bertemu, tertawa dan bermain bersama. Setelah dewasa, meskipun adik sepupunya itu sudah ditunangkan dengan pria lain, tetapi mereka tetap seperti masa kecil, bermain tanpa batasan. Sering kali dalam kamar berduaan bercanda dan tertawa. Karena mereka sering bersama-sama, timbullah perasaan cinta. Kakak adik sepupu diam-diam, tanpa sepengetahuan orang tua mereka telah melakukan perbuatan asusila. Sampai akhirnya hamil di luar nikah. Ketika adik sepupunya menikah degan tunangannya, hubungan gelap mereka terbongkar. Keluarga suami menjadi sangat marah dan menuntut keluarga wanita atas kejadian yang memalukan tersebut.

Supaya masalah ini tidak bertambah besar, paman dan bibi Cheng menghabiskan seluruh harta bendanya untuk menyogok pejabat. Juga memberikan ganti rugi uang dalam jumlah yang besar kepada keluarga suami. Dengan begitu, baru akhirnya bisa meredakan masalah tersebut. Tetapi paman dan bibinya, karena kesal atas perbuatan asusila mereka yang merusak nama baik keluarga, menjadi stress dan tidak dapat melupakan kejadian memalukan itu. Mereka jatuh sakit dan tak kunjung sembuh sehingga akhirnya meninggal karena malu.

Sedangkan keluarga Cheng di tahun ke lima pemerintahan Hanfeng . Ketika para bandit mengacau kota Yunnan, semua pria di keluarga Cheng dibunuh, dan semua wanita menderita pelecehan seksual sampai akhirnya meninggal.

Pada masa itu ada seorang bijak dari Yunnan pulang ke Sichuan dan menceritakan kejadian ini. Dengan penuh nasihat, beliau berkata, "Kedua keluarga mereka menderita penyiksaan seperti ini, semua dikarenakan dua kakak adik sepupu yang hari-harinya terlalu dekat sehingga tidak dapat mengendalikan nafsu dan menghasilkan akibat memalukan seperti itu. Demikian pula orang tua mereka yang terlalu memberikan kebebasan pada anak-anak, secara tidak langsung turut bertanggung jawab atas karma dari perbuatan tak bermoral!"

Back to BuddhaSutra.com