Back to BuddhaSutra.com

Karma Dari Meninggalkan Istri, Menyayangi Selir

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 棄妻寵妾之報
 
Fei Zhang, orang He Dong. Ketika muda, pernah mendapat pujian dari seorang bikku terhormat di masa itu. Beliau memuji Fei memiliki paras yang luar biasa, di masa datang pasti akan menjadi orang hebat. Setelah dewasa, Fei menikahi seorang gadis bermarga Li. Tetapi setelah pernikahan, dia menyesali paras istrinya yang dianggapnya buruk, sehingga menjauhi istrinya dan meninggalkannya di sebuah vila. Kemudian dia menikahi seorang gadis lain yang cantik untuk menjadi selir, dan tinggal bersama-sama. Setelah itu, meskipun dia melewati vila tempat tinggal istrinya, dia tetap tidak masuk untuk memberi kunjungan. Si istri melihat kelakuan suaminya yang hanya tertarik pada kecantikan dan tidak mengasihinya, hanya dapat bersedih hati. Dia menyesali mengapa dirinya lahir dengan paras yang buruk, sehingga tidak mendapat kasih dari suami. Meskipun keluarga Fei kaya raya, tetapi dia disia-sia, tidak ada yang memperdulikan kehidupannya sehari-hari, sehingga dia hidup bagaikan seorang yang miskin. Siang dan malam mukanya dibasahi air mata, kemudian akhirnya mati karena kesal.

20 tahun kemudian Fei bertemu kembali dengan si bikku yang dulu pernah memujinya. Ketika si bikku melihat paras Fei sekarang, beliau menjadi terkejut. Setelah lama mengamati, beliau berkata: "20 tahun lalu saya melihat parasmu, ada aura yang luar biasa, maka dari itu saya meramalkan nasib kamu akan sangat baik. Mengapa 20 tahun kemudian sekarang, parasmu berubah total, apakah kamu pernah melakukan sesuatu perbuatan yang tidak bermoral?" Kemudian Fei berkata: "Dalam ingatan saya, tidak pernah berbuat sesuatu yang mencelakai orang lain." Setelah mengingat-ingat kembali, barulah Fei menyadari dan berkata: "Jika ada kesalahan, mungkin karena saya mensia-siakan istri, sehingga dia akhirnya dia mati kesal." Setelah mengetahui penyebab masalah, si Bikku mengeluh dan berkata: "Kamu terobsesi oleh seks dan tidak bermoral, meninggalkan istrimu yang berwajah buruk sehingga akhirnya mati kesal. Karena hal ini, bukan saja masa depan kamu hancur, saya takutkan akan ada hal yang buruk akan menimpa kamu." Benar saja, tidak lama kemudian Fei tanpa sakit apapun mati karena ditarik oleh roh istrinya.

Komentar: kata pepatah, "Meninggalkan Istri, Tidak Memiliki Keturunan", sebetulnya kejadian seperti ini tidak bisa dibilang sedikit. Tetapi masih ada saja orang yang tidak mengindahkan hasil perbuatan, tetap terobsesi oleh kecantikan wanita, sungguh disesalkan!

Back to BuddhaSutra.com