Back to BuddhaSutra.com

Karma Nyata Dari Membunuh Sapi

Dalam catatan Ji-Xian-Lan, ditulis bahwa di desa itu hidup seorang pejagal sapi yang bernama Guwho. Dia adalah seorang yang kuat tapi berparas buruk. Dia punya seorang istri yang juga ahli dalam membunuh sapi. Caranya membunuh sapi, selancar dan secepat suaminya. Dalam kehidupan mereka, tak terhitung jumlah sapi yang telah mereka bunuh.

Satu hari, mata Gu infeksi dan tidak ada obat yang dapat menghilangkan rasa sakit. Setelah beberapa waktu, matanya menjadi buta. Istrinya juga terserang suatu penyakit aneh. Tak lama, seluruh tubuh si istri tumbuh luka-luka bernanah. Setiap kali kulitnya menempel pada baju yang dikenakan, dia merasa sakit sekali bagaikan diiris pisau. Dia berceloteh sendiri: "Mahluk-mahluk di dunia gelap menggunakan cara yang saya pakai dalam membunuh sapi untuk memotong saya. Oh! Saya tak dapat bertahan lagi!" Jeritan kesakitannya begitu menyayat hati dan menakutkan sampai-sampai tak ada orang yang tahan melihat penderitaan itu. Dia menagis dan menjerit sepanjang hari selama sebulan sampai akhirnya meninggal.

Kasus ini disaksikan oleh Nyonya Shen, ibu dari pelayan Ji Xian Lan. Hukuman dari membunuh begitu dalam dan berat, apalagi yang membunuh sapi. Binatang ini menguntungkan rakyat banyak. Mengapa kita harus membunuh sapi untuk dimakan? Pikirkanlah!

Back to BuddhaSutra.com