Back to BuddhaSutra.com

Karma Buruk Dari Menangkap Katak

Pada masa dinasti Qing, tahun Tao-Guang ke enam-belas, pemerintah daerah Jiang-yin di Jiang-su mengeluarkan peraturan yang melarang rakyat untuk menangkap katak. Ada seorang yang tak terpelajar dan keras kepala, bernama Zhang A-xi, yang pekerjaannya menangkap katak dan mengajarkan orang-orang lain bagaimana memasak katak secara sempurna.

Banyak orang yang menasihati dia: "Katak adalah hewan yang menguntungkan karena melindungi sawah kita. Lagipula pemerintah pun telah mengeluarkan larangan untuk menangkap katak. Kau dapat mencari nafkah dengan cara lain, mengapa harus memaksakan untuk menjalankan ini?" Tetapi, A-xi tidak mengindahkan nasehat mereka dan terus menangkap katak.

Satu hari, turun hujan yang sangat deras dan permukaan air sungai naik dengan sangat cepat. Seperti biasa, A-xi pergi untuk menangkap katak. Karena dia tidak berhati-hati. Dia terjatuh ke sungai dan mati tenggelam. Setelah dua hari, mayatnya diketemukan mengapung dan tak terhitung jumlah katak-katang yang sedang mengoyak-ngoyak dagingnya.

Sebetulnya, cara membunuh katak sangatlah kejam. Katak-katak dibunuh hidup-hidup. Kaki dan kepala mereka dipotong terlebih dahulu dan katak-katak masih meronta-ronta kesakitan cukup lama sampai akhirnya mati. Penyiksaan ini sama dengan yang terjadi di neraka. Bayangkan, bila kita berada di posisi katak dan harus menjalani penyiksaan yang begitu menyakitkan, dapatkah kita menerimanya?

Back to BuddhaSutra.com