Back to BuddhaSutra.com

Karena Pertolongan Teman Yang Bijak, Dosa Berzinah Bisa Dihindarkan

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 益友巧安排,淫禍得解脫
 
Cao Tao, hidup di masa dinasti Ming. Ketika masih menjadi seorang pelajar perguruan tinggi, dia hanya peduli akan prestasi dan kesuksesan, tetapi tidak mengindahkan moralitas. Setiap pulang sekolah, sering kali bepergian ke tempat-tempat yang tidak bermoral untuk bersenang-senang. Dia pernah berselingkuh dengan istri tetangga, kemudian diketahui oleh sang suami. Pada satu hari, untuk menangkap basah istrinya yang selingkuh, si suami berbohong bahwa dia akan bepergian untuk beberapa hari. Si istri percaya dan mengajak Cao untuk berjumpa di malam hari.

Kebetulan pada hari itu ada pertemuan regular para pelajar. Pagi-pagi, teman Cao sudah tiba untuk mengajaknya ke pertemuan itu. Karena tahu malam itu ada janji rahasia dengan istri tetangga, Cao berulang kali menolak ajakan temannya. Tetapi temannya mengetahui rahasia Cao dan tidak ingin teman baiknya melakukan perbuatan tidak bermoral. Oleh karena itu tak perduli akan alasan yang diberikan, dia memaksa dan menarik Cao untuk pergi ke pertemuan pelajar. Setibanya di aula pertemuan, karena khawatir Cao akan diam-diam pergi meninggalkan aula, maka temannya itu menyarankan pada pengurus untuk mengadakan latihan ujian dan mengunci semua pintu agar tidak ada anggota yang bisa keluar masuk dengan leluasa. Sampai acara berakhir di malam hari, barulah mereka diperbolehkan pulang.

Meskipun Cao tidak rela akan tindakan melarang keluar masuk tersebut, tetapi dia tidak ada pilihan lain dan terpaksa menuruti. Kemudian bersama-sama dengan para pelajar lainnya menulis karangan-karangan dengan asal hingga selesai. Ketika perjamuan makan dimulai, karena ada ganjalan di hati, dia tidak berani minum banyak arak. Temannya diam-diam ingin menghalangi Cao pergi berselingkuh, maka dengan sengaja mengadakan acara minum-minum. Para pelajar bergantian menyulangi Cao arak, sampai Cao mabuk total, baru mengantarnya pulang.

Maka malam itu, Cao tidak dapat pergi selingkuh. Sedangkan si istri tetangga, dalam penantiannya yang terlalu lama itu, secara kebetulan berjumpa dengan seorang yang sedang mondar-mandir tanpa tujuan dan merayunya. Kemudian mereka melakukan perbuatan asusila. Pada saat itu, si suami yang selama ini bersembunyi di tempat gelap, menyaksikan sendiri perbuatan tak senonoh istrinya dengan pria lain. Dengan seketika si suami menjadi berang dan langsung mengambil sebilah kapak, kemudian membunuh istri dan pria tak dikenal itu.

Di keesokan harinya, setelah siuman, Cao mendengar orang-orang yang membicarakan kejadian semalam. Mendengar itu, Cao menjadi sangat takut sehingga seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Sejak itu, dia menyesali perbuatannya dan berterima kasih pada teman bijaknya yang telah mengatur sedemikian rupa, bila tidak mayat yang terbujur di tanah itu pastilah dirinya sendiri dan bukan pria tak dikenal.

Kemudian, Cao mengundang semua teman-temannya untuk menyaksikan pengakuan dan pertobatannya. Dia juga bersumpah tidak akan lagi melakukan hal asusila, dan bersedia seumur hidupnya untuk melakukan kebajikan untuk menebus dosa. Beruntung, Cao dapat bertobat pada waktunya, juga memiliki hati yang selalu waspada akan kesalahan dan berbuat kebajikan. Langit juga tidak menghukum orang yang telah menyesal dan bertobat. Beberapa tahun kemudian, aura Cao berubah total dari seorang yang berantakan menjadi orang yang dihormati. Tak lama setelah itu, Cao berhasil mendapat jabatan di pemerintahan. Dengan begitu, dia telah memberikan contoh yang baik pada generasi selanjutnya.
 
Komentar: Para leluhur mengatakan "Pemerkosa pasti akan mati terbunuh", dari dulu hingga kini, sudah banyak terjadi, kita harus percaya akan kata-kata itu. Jaman sekarang, pornografi, sex di luar nikah dan perselingkuhan telah menjadi tren. Ini semua telah meracuni pikiran para pelajar, sehingga banyak para muda-mudi yang tidak berpendirian, melakukan perbuatan seperti Cao. Kita hanya dapat berharap agar para kawula muda yang telah terjerumus dalam perbuatan asusila, dapat menemukan teman bijak yang bisa menyadarkan. Merubah sifat buruk dan menjadi orang baik. Selamanya tidak melakukan perbuatan tidak bermoral, dan giat berbuat kebajikan. Di kemudian hari pasti akan menjadi orang berguna bagi masyarakat!

Back to BuddhaSutra.com