Back to BuddhaSutra.com

Karangan Porno Membangkitkan Nafsu Birahi, Penulis Akan Terlahir Di Neraka

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 艷詞誨人淫,後報墮地獄

Huang Shan-gu, hidup di masa dinasti Sung, karena terpengaruhi oleh tren pada masa itu, dia suka mengarang cerita-cerita porno antara pria dan wanita. Satu hari, dia bersama-sama dengan seorang pelukis kuda terkenal Li Bai, mengunjungi seorang Zen master yang sangat dihormati pada masa itu. Master mengetahui kegiatan Huang dalam menulis cerita porno, maka beliau memperingati Huang akan bahaya yang akan dihadapi dan jangan terjerumus di dalamnya.

Setelah Master memperingati Li Bai supaya tidak melukis kuda. Karena sewaktu melukis kuda, pikiran Li Bai terlalu hanyut dengan kuda. Karena tubuh dan paras adalah wujud dari pikiran kita, ini bisa menyebabkan dia berubah atau terlahir kembali menjadi seekor kuda.

Kemudian master menegur Huang: "Orang terpelajar bisa menggunakan kepintarannya untuk kebaikan dunia, mengapa malah menulis karangan yang merusak dunia dan menimbulkan pikiran seksual?" Mendengar teguran itu, Huang malah tertawa dan berkata: "Apakah maksud Master, saya juga akan berubah menjadi seekor kuda seperti Li Bai?" Mendengar jawaban Huang yang meremehkan itu, Master kemudian berkata dengan tulus: "Jika Li Bai karena melukis kuda, pikirannya terlarut dengan seekor kuda, perlahan-lahan dalam waktu yang lama dan tanpa menyadari dia berubah menjadi seekor kuda, meskipun begitu, ini hanyalah urusan dia sendiri. Tetapi kamu, karena karangan kamu, tidak tahu berapa banyak orang setelah membacanya timbul pikiran kotor dan seksual. Dengan perbuatan yang merugikan orang ini, jangankan berubah menjadi kuda, takutnya malah kamu akan jatuh ke neraka." Dengan peringatan itu, Huang mendadak sadar akan hukum karma, terlebih lagi ini dikatakan oleh seorang Zen Master tingkat tinggi yang tidak mungkin berbohong. Dalam seketika Huang menyadari akan bahayanya perbuatan dia, semakin dipikir semakin menakutkan. Dengan panik, dia memohon pertobatan pada Master dan bersumpah tidak akan menulis karangan porno lagi.
 
Catatan penulis: dalam 6 alam transmigrasi, karena pandangan mata manusia yang terbatas, yang tidak terlihat dianggap tidak ada, karena itu berbuat sesuka hati. Tidak perduli akan hukum karma, merugikan orang lain dan diri sendiri, ketika sadar sudah terlalu lambat. Para pelajar dan yang berpendidikan apakah tidak takut akan hal ini?

 

Back to BuddhaSutra.com