Back to BuddhaSutra.com

Hati Yang Bersih, Menguntungkan Orang Lain Dan Diri Sendiri

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 心存正念,益人即益己
 
Zhang Wensheng, orang Hokkian, pada satu saat ketika sedang bepergian, bertemu dengan perampok yang sedang membuat onar. Maka bersama dengan temannya, mereka pergi bersembunyi di sebuah goa batu. Ketika memasuki goa, mereka melihat ada seorang gadis muda yang cantik sudah lebih dulu tiba. Si gadis menjadi ketakutan ketika melihat mereka, kemudian tergesa-gesa ingin keluar dari goa itu. Zhang langsung menahannya dan berkata, "Jika kamu keluar, pasti akan bertemu dengan para perampok itu, dan nasibmu pasti naas. Kami adalah pria bermoral yang tidak akan mencelakaimu, mohon untuk tidak khawatir." Kemudian Zhang bertanya dari mana asal si gadis. Tetapi karena malu, si gadis diam tidak menjawab dan tidak berani bertatap muka. Di tengah malam, teman Zhang yang tidak dapat menahan birahi karena melihat gadis cantik di hadapan, beberapa kali mencoba untuk berbuat tidak senonoh, tetapi selalu dihalangi oleh Zhang.

Di pagi hari, untuk menenangkan hati si gadis, Zhang menarik tangan temannya dan membawanya keluar dari goa. Setelah mengetahui semua perampok telah pergi, mereka mengundang seorang petua dari pedesaan di situ untuk bersama-sama menjemput si gadis dari dalam goa. Setelah bertanya lebih lanjut, barulah mengetahui bahwa si gadis itu adalah tunangannya. Karena berhalangan, maka Zhang memohon si petua untuk mengantar gadis itu pulang.

Tidak lama kemudian mereka menikah. Pada malam pertama mereka, Zhang berkata pada istrinya, "Ketika kita sedang bersembunyi di goa itu, jika saja hatiku kotor, maka pasti telah membiarkan temanku berbuat asusila padamu. Karena pikiranku yang bersih, berjaga semalaman, ternyata berhasil menjaga kesucian istriku. Hari ini kita dapat menjadi suami istri, hatiku tidak memiliki dendam sedikitpun, ini semua berkat kebajikan pada saat itu. Tetapi mengingat kembali kegegabahan temanku, membuatku ngeri!" Karena sifat Zhang yang bermoral, di kemudian hari memiliki anak dan menjadi kaya raya.
 
Komentar: Meskipun berada di tempat yang tersendiri tetapi tetap menjaga perilaku, ini adalah sifat pria yang bermoral. Terlebih lagi setelah mendapat pengaruh dari lingkungan yang buruk tetapi dapat tetap menjaga kemurnian hari. Maka seumur hidup akan terlindungi dari malapetaka, bahkan mendapat anugerah dan rejeki yang berlimpah. Jaman kita sekarang memang sudah berubah, tetapi hukum karma tetap sama dari dulu sampai sekarang. Para pemuda-pemudi yang ingin hidup sukses, harus selalu waspada!

Back to BuddhaSutra.com