Back to BuddhaSutra.com


Gajah-gajah Yang Mengisi Kolam Yang Kekeringan Dengan Tas-tas Berisi Air

Ketika Buddha Sakyamuni masih berada di dunia ini, Beliau mengajarkan Dharma kepada seluruh mahluk hidup. Hanya dengan begitu manusia di dunia mengerti tentang hubungan antara sebab dan akibat (yaitu perbuatan baik dan buruk membawa keberuntungan dan pembalasan masing-masing) juga pahala dari tidak membunuh dan membebaskan kehidupan. Dalam sutra "Most Supreme King of Golden Light Illumination", ada satu kisah tentang kebaikan dan rasa kasih sayang yang menceritakan bagaimana gajah-gajah membantu membebaskan mahluk-mahluk lain dari kesengsaraan.

Di jaman India kuno, ada seorang pemuda terpuji, anak dari petua Liu-shui. Dia memiliki sifat yang baik. Satu hari, ketika sedang bepergian, dia menemukan sebuah kolam besar di sekitar bukit. Kolam itu hampir kering karena masa kemarau yang terlampau panas dan kurangnya hujan selama berbulan-bulan. Di kolam itu, hidup ribuan ikan, udang dan mahluk lainnya. Bila kolam itu menjadi lebih kering lagi, maka mahluk-mahluk tersebut pasti tidak akan dapat hidup.

Ketika melihat pemandangan yang menyedihkan itu, anak petua tadi segera kembali untuk meminta pertolongan raja. Dia ingin meminjam 20 gajah-gajah untuk membantunya membawa air ke kolam dan menyelamatkan mahluk-mahluk di situ. Sang raja yang juga seorang Buddhist dan telah bernaung di bawah Tri-Ratna, dengan senang hati meminjamkan gajah-gajahnya. Anak petua dengan dua anaknya pergi mengunjungi pedagang arak untuk meminjam beberapa tas-tas kulit. Tas-tas besar itu biasanya digunakan untuk menyimpan arak. Tetapi pada saat ini, mereka digunakan untuk mengisi air dan dibawa oleh gajah-gajah ke kolam.

Ketika sampai di kolam, air segera dituang. Gajah-gajah membuat beberapa kali perjalanan pulang-pergi dan akhirnya kolam itu terisi penuh. Anak petua menjadi sangat gembira sewaktu melihat mahluk-mahluk hidup di kolam itu berenang dengan bahagia. Lalu dia membabarkan Dharma tentang kesengsaraan, kehampaan dan ketidak-kekalan. Ketika ikan, udang dan mahluk lainnya mati, mereka terlahir di alam-alam surga. Ini semua tercapai karena mahluk-mahluk tadi mendengarkan pembabaran Dharma melalui perasaan mereka.

 

Back to BuddhaSutra.com