Back to BuddhaSutra.com

Dengan Hati Yang Tenang, Meskipun Wanita Cantik Dihadapan Tetap Tidak Terpengaruhi

Translasi dari 重寫戒淫證輯 - 心胸坦蕩,美女當前不能亂
 
Liu Lisun, hidup di masa dinasti Ming, adalah seorang ilmuwan terkenal. Sebelum terkenal, pernah menjadi guru privat di sebuah keluarga yang kaya raya. Karena dia mengajar putra-putri tuan rumah dengan baik, maka dia sangat dihargai oleh si tuan rumah. Si tuan rumah demi untuk menyatakan rasa terima kasihnya pada Liu, memilih seorang gadis yang pintar dan baik hati untuk dijadikan pelayan pribadi Liu. Siang dan malam si gadis melayani semua kebutuhan tinggal dan makan Liu, bahkan tidur di satu ranjang yang sama supaya dapat siap melayani setiap saat. Tuan rumah berbuat begitu, sebenarnya sengaja membuat si gadis melayani Liu seumur hidup.

Tetapi 3 tahun kemudian, Liu mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru, karena ia ingin pergi ke ibukota untuk mengikuti ujian. Sebelum memulai perjalan, dia memohon pada tuan rumah untuk mencarikan si gadis pelayan jodoh yang baik. Mendengar permohonan Liu, tuan rumah dengan sangat tulus berkata: "Gadis pelayan yang cantik itu telah melayani anda selama tiga tahun, hubungan kalian pasti sangat baik, mohon bawa gadis itu untuk dijadikan selir, mengapa harus dia mencari jodoh lain?" Liu sangat terharu atas kebaikan si tuan rumah, tetapi dia tetap tidak dapat menerima, dan dia berkata: "Apakah tuan benar-benar menganggap saya sebagai orang yang terobsesi oleh nafsu birahi dan tidak bermoral? Saya tidak menyangkal bahwa gadis pelayan itu cantik dan pintar, telah melayani saya dengan baik selama tiga tahun, bahkan tidur di ranjang yang sama. Hal ini pasti menimbulkan kesalah-pahaman bagi orang lain. Tetapi sesungguhnya saya hanya memiliki perasaan terima kasih pada si gadis dan tidak pernah mempunyai pikiran untuk mengambil keuntungan darinya. Saya adalah seorang yang mempelajari ajaran para cendekiawan, bagaimana boleh dengan tidak mengindahkan moral dan martabat, sebelum resmi menikah sudah memiliki selir, hal ini sungguh-sungguh tidak boleh terjadi!"

Setelah mendengar kata-kata itu, tuan rumah menjadi sangat terkejut. Dia mengira, mana mungkin ada pria di dunia ini yang tidur dengan seorang wanita cantik selama 3 tahun dan tidak terpengaruhi sama sekali? Kemudian dia menyuruh seorang pelayan senior lainnya untuk meneliti tubuh si gadis. Setelah diteliti, ternyata terbukti si gadis masih tetap perawan. Tuan rumah menjadi salut dan tidak lagi memaksa Liu. Bahkan menjadi sangat hormat kepada Liu dan berkata: "Kecantikan si gadis, dapat membuat setiap orang yang melihatnya jatuh cinta. Tetapi setelah selama 3 tahun melayani Pak Liu, bahkan tidur di ranjang yang sama. Kecantikan di depan mata bagaikan tidak terlihat, sama sekali tidak terpengaruh. Moralitas Pak Liu, melebihi orang bijaksana di masa dulu yang kokoh dan tidak mudah goyah!" Liu menjawab tuan rumah dengan menggunakan sebuah pantun: "Siapa bilang kecantikan wanita bisa membuat seorang pria kehilangan pikiran jernih dan mabuk cinta? Tak peduli wanita itu begitu cantik dan lembut, tidak dapat menggoyahkan seseorang yang memiliki integritas diri.

Dengan hati yang tenang, tidur bersama wanita cantik ataupun tidur sendiri,  tidak ada bedanya. Seperti yang dikatakan guru Song Ming, meskipun ada wanita penggoda di samping tetapi hati dan pikiran tetap bersih. Kata-kata ini masih dikenang orang sampai kini!" Hati Liu begitu tenang, seperti batu giok yang putih bersih. Juga integritas diri nya begitu kokoh. Oleh karena itu, di kemudian hari pendidikannya maju pesat dan lulus ujian nasional. Langsung menjadi jaya dan dihormati rakyat sebagai seorang guru besar ilmu pengetahuan.

Komentar: pendidikan moral adalah pondasi, moralitas dan adat istiadat satu negara tergantung pada sukses atau gagalnya sistem pendidikan negara itu. Sifat luhur orang jaman dulu, memang patut diteladani!

Back to BuddhaSutra.com