Back to BuddhaSutra.com

Berubah Menjadi Kambing

Di Chang-shu Jiang-su, ada seorang pejagal kambing yang bernama Xue Qing-guan. Dia hidup dari menjagal kambing dan dia menjadi kaya raya. Setiap pagi, dia bangun tidur jam 5 untuk menjagal. Kambing-kambing malang itu menangis dan menjerit kesakitan. Jeritan-jeritan itu begitu menyayat hati bagi yang mendengarnya. Teman-teman dan sanak famili telah berulang kali menasihatinya untuk merubah profesi, tetapi dia tidak mengindahkan. Dalam sepuluh tahun, jumlah kambing yang dibunuh sudah tak terhitung lagi.

Karma dari perbuatan jahat tanpa perasaan menyesal, pasti akan jatuh menimpa orang yang melakukannya. Ketika Xue berumur 40 tahun, mendadak dia jatuh sakit. Setelah pergi ke banyak dokter dan makan obat-obatan selama hampir setengah tahun, dia sembuh. Tetapi, dia telah menghabiskan hampir setengah dari kekayaannya untuk berobat. Yang lebih parah lagi, mukanya ikut berubah menjadi seperti kambing, dengan hidung dan mulut yang monyong. Dia menjadi sangat kecewa dengan wajahnya yang mengerikan. Dia menyadari bahwa itu semua adalah karma dari membunuh kambing, semenjak itu dia berhenti membunuh kambing.

Kira-kira setahun kemudian, dia dan tetangganya menyewa perahu untuk pergi ke Anhui membeli beras. Dia membawa 300 keping emas. Tetapi naas, dia terjatuh ke sungai dan tenggelam. Keluarganya membawa peti mati untuk menjemput jenasahnya, tetapi mereka tak berhasil menemukannya.

Kambing adalah binatang yang peka terhadap cinta dan kebenaran. Lihatlah bayi-bayi kambing, mereka berlutut di perut ibunya ketika sedang menyusu.

Ada lagi seorang pejagal yang tinggal di Ben-zhou. Satu hari, dia mengikat seekor kambing tua yang akan segera dibunuh. Sebelum dia membunuhnya, dia melihat seekor kambing muda yang berlutut di hadapannya dan menangis tersedu-sedu. Si pejagal menjadi terharu dan dia berhenti membunuh kambing dari hari itu seterusnya.

Back to BuddhaSutra.com